• Diklat OSis 2
    Diklat OSis 2

    Galeri Foto

    Diklat OSis 2

    Tutup
  • Pelantikan OSis
    Pelantikan OSis

    Galeri Foto

    Pelantikan OSis

    Tutup
  • Pelatihan Baris Berbaris
    Pelatihan Baris Berbaris

    Galeri Foto

    Pelatihan Baris Berbaris

    Tutup

CORONA - Puisi Karya Esti Satuhu Nurrohmah, S.Pd.

Artikel - Tanggal: 18 Juni 2020 - Oleh: Esti Satuhu Nurrohmah, S.Pd


CORONA - Puisi Karya Esti Satuhu Nurrohmah, S.Pd.

CORONA (1)

Mengelegar nyata
kala makhluk tak kasat mata
bawa kebaruan
mengkonstruksi kemustahilan

Hadirnya begitu tiba-tiba
mencabik kebersamaan
mendekatkan kesendirian

tak peduli jiwa-jiwa merindu masa lalu
dan tak bisa lagi lugu
terpaksa maju
mau tidak mau
berpikir, bertahan, berjuang untuk masa depan

***

CORONA  (2)

Pedang tak bisa menerjang
Peluru terdiam tersimpan
Tak ada lagi kisah tentang kedigdayaan
Tak ada lagi secuil pun kesombongan
dan berserak-serak harta tiada bernilai jua
tak berkutik di hadapan corona

Lalu,
Jiwa-jiwa murni tersadar
hanya Allah sebaik tempat bersandar
Pemahaman terpapar

Corona adalah ujian
dan juga rahmah tak ternampakkan

Darinya dunia belajar
tentang kesucian dan kebersihan
tentang memanusiakan,
menghapus ego dan keakuan

***

CORONA DAN SPENDUDA 

Di antara jerang mentari
Kelok liku terlalui
Pepohonan hijau menjulang
Menyapa sepi jalanan
menuju labuhan pengabdian

Di ujung Timur Kota Malang
tegak berjaya sekolah di atas bukit, Spenduda tercinta
tempat generasi bangsa menempa asa
merajut harap dan cita

kini ia senyap dalam balut rindu
pada sosok remaja-remaja berbaju putih biru
penuh tawa mencari serpih ilmu

Kini ia tersekap sunyi
menanti hari-hari itu kembali
saksi interaksi remaja dan para pengabdi 

Akhirnya nyata bicara,
tinggal ruang kelas dan debu di ujung jendela
bercengkerama
dengan bangku-bangku kosong yang tersekap melankolia,

guguran daun dari reranting kering
terhempas angin perlahan
jatuh merindu pikuk di pelataran.